Rabu, 10 Februari 2016

Seminar Membangun Peradapan Belas Kasih


Centro Studi Dehoniana atau Pusat Studi Dehonian yang di moratori oleh Rm. Aloysius Gonzaga Yudistiro SCJ bekejasama dengan Rumah Retret Giri Nugraha Palembang menyelenggarakan Seminari Sehari dengan teman "Membangun Peradaban Belas Kasih." Seminar ini diadakan di Aula Gedung St. Lucia Rumah Retret Giri Nugraha Palembang pada hari Minggu, 31 Januari 2016.

Seminar dengan tema yang menarik ini pertama-tama sebagai suatu gerakan untuk menanggapi ajakan Bapa Suci yang mencanangkan tahun 2016 sebagai tahun Belaskasih. Antusiasme umat nampak dalam jumlah kehadiran sehingga aula yang mampu menampung 150 orang ini menjadi penuh, apalagi seminar ini diberikan oleh pembicara-pembiacar tingkat nasional dan ahli dibidangnya.



Para pembicara seminar ini adalah: Rm. Dr. F. Purwanto SCJ yang melihat dari sudut pandang Theologi; Rm. Y. Sunardi SCJ, P.Hd yang mengupas budaya belas kasih dari sudut pandang pasikologi; Rm. Luis Anthony Wijaya SCJ, MSC yang melihat dari sudut pandang sosiologi; Rm. FX. Marmidi SCJ seorang dosen Kitab Suci yang tentu saja akan mengubas budaya belas kasih dari kacamata Biblis; dan Bapak Heribertus Suharyanto seorang jurnalis dan pengamat bisnis juga akan melihat budaya belas kasih dari kacamata seorang jurnalis dan bisnis.

Kelima pembicara ini mampu mengajak pendengar untuk berefleksi lebih dalam mengenai budaya belas kasih serta bagaimana menumbuhkembangkan budaya belaskasih di dalam masyarakat dan secara khusus di dalam keluarga masing-masing. Seminar ini ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Andreas Suparman SCJ dengan lagu-lagu taise.





foto-foto bisa Anda lihat di: Seminar Budaya Belas Kasih

Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu: Tahbisan Diakon SCJ


Setahap lagi telah dilalui oleh tiga pemuda gagah berani menanggapi panggilan Tuhan. Mereka adalah frd. Antonius Heruyono SCJ, frd.Yohanes Dwi Wicaksono SCJ, dan frd. Stefanus Sigit Pranoto SCJ.

Hari Minggu, 24 januari 2016 melalui tangan Mgr. Yohanes Harus Yuwono, Uskup Keuskupan Tanjungkarang, telah menahbisan tiga frater SCJ ini menjadi diakon. Cita-cita dan harapan mereka untuk menjadi Imam dalam kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus tinggal selangkah lagi. Begitu banyak harapan umat berada dipundak mereka, namun mereka tidak takut melangkah karena motto mereka, "Cukuplah kasih karunia-Ku bagiMu" yang diambil dari 2 Korentus 12:9 menjadi pegangan hidup mereka. Mereka yakin bahwa kasih karunia Allah telah cukup dan senantiasa membantu mereka dalam menapi panggilan dan memberikan pelayanan kepada umat dan sesama.


Bapa Uskup Tanjungkarang, Mgr. Yohanes siap untuk menahbisan mereka kembali manjadi imam, begitu yang beliau katakan dalam sambutannya. Beliau juga berharap bisa menahbisakan para seminaris St. Paulus Palembang yang menjadi tempat tabhsan diakon kali ini. Pernyataan Bapa Uskup menjadi tanda dukungan sekaligus harapan bagi para pemuda pemuda untuk memberikan pelayanan bagi Gereja.

Semoga harapan Bapa Uskup dan harapan seluruh umat ditanggapi oleh para pemuda-pemuda untuk menyerahkan diri bagi Gereja menjadi Imam-imam yang menggembalakan umat Allah. Amin.




foto-foto bisa Anda lihat di: Tahbisan Diakon SCJ 2016

Perayaan Syukur Dasawindu Paroki St. Theresia Jambi



Memasuki tahun 2016 ini, Paroki St. Theresia Jambi memasuki usia 80 tahun atau dasawindu kabar sukacita Injil diwartakan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Kerja keras para misionaris awal membuahkan hasil yang luar biasa, berkat kerjasama dengan umat dan segenap lapisan masyarakat Gereja St. Theresia Jambi mampu berdiri bahkan telah memekarkan diri dengan munculnya Kuasi Paroki St. Gregorius Agung.

Perayaan Ekaristi Puncak dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 januari 2016 di Abadi Convention Center (ACC) Kota Jambi. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Rm. Felis Astono SCJ didampingi oleh Romo Paroki, Rm. Antonius Yuswita SCJ, dan 25 imam konselebran.

  


Menjadi garam dan terang merupakan tema perayaan syukur ini. Menjadi garam dan terang merupakan martabat setiap umat Katolik dalam menjalankan tugas panggilan pelayanan di tengah-tengah masyarakat. Paroki St. Theresia Jambi telah mampu menjadi garam dan terang dalam pengabdiannya selama 80 tahun di negeri Angso Duo ini.

Semoga Paroki St. Theresia Jambi mampu membawa umat pada pertobatan yang sejati dan menunjukkan belaskasih Allah dalam setiap pelayanan dan pewartaan, bukan hanya bagi umat saja namun juga bagi seluruh masyarakat.

Selasa, 05 Januari 2016

Perayaan Syukur 60 tahun Gereja St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo, Belitang, OKU Timur

60 tahun merupakan usia yang tidak muda lagi, usia yang sungguh matang dalam perjalanan sebuah Paroki. Paroki St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo, Belitang, OKU Timur telah mengawali tahun 2016 dengan peringatan penuh syukur pengabdian di bumi Sumatera selama 60 tahun. Dihadiri oleh Romo Vikep Keuskupan Agung Palembang, Rm. Felix Astono SCJ dan para Romo yang pernah berkarya maupun para Romo putra daerah serta sekitar 3000 umat. 

Perayaan kali ini merupakan perayaan puncak dari sekian rangkaian acara yang sudah di mulai sejak bulan Januari tahun 2015 dengan aneka lomba dan kegiatan. Perayaan Ekaristi sedianya akan dihadiri oleh Bapa Uskup Agung Palembang, Mgr. Al. Sudarso SCJ, namun kerena beliau masih belum sehat diwakili oleh Rm. Vikjend Keuskupan Agung Palembang, Rm. Felix Astono SCJ yang juga pernah menjadi Pastor Paroki St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo. Ada sekitar 15 imam yang hadir, baik mereka yang pernah berkarya di Paroki maupaun Imam putra paroki yang juga berkesmpatan hadir, serta para biarawan-biarawati dan ribuan umat. Menurut Rm. Sarmono SCJ pastor paroki, telah disediakan 2500 kursi namun ternyata masih kurang, pertanda antusiasme umat sangat tinggi.

Setelah perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 09.00 dilanjutkan dengan acara pentas seni yang diisi oleh perwakilan dari stasi-stasi serta pembagian hadiah dari lomba-lomba yang diadakan sejak setahun yang lalu.
 
Puncak acara perayaan syukur ini adalah dengan digelar wayang semalam suntuk dengan dalang Ki Purwo Wiseso dan dengan lakon ‘SENO RODRA”. Pagelaran wayang semalam suntuk ini dihadiri oleh wakil pemerintahan setempat, tokoh-tokoh agama dari lintas agama, serta segenap umat dan masyarakat. Menandakan bahwa masyarakat OKU Timur sangat tinggi dalam menjunjung tinggi toleransi. Semoga di tahun-tahun mendatang tetaplah demikian. Amin.
 


Pesta Perkawinan Mas Agus dan Mbak Susan

Komunitas Propinsialat SCJ ikut merasa bersyukur dan berbahagia bersama mas Agustinus Suwanto karyawan (staff Sekretariat) Propinsialat SCJ yang mengakiri masa lajangnya dengan melaksanakan sakramen perkawinan bersama dengan mbak Susana Kriswidianti di Gereja St Isidorus Singkut III. Sakramen perkawinan mereka terima pada tanggal 31 Desember 2015 dipimpin oleh Rm. Andreas Nugroho SCJ.

Mereka mengambil waktu yang sangat tepat di akhir tahun 2015 menikah dan mengawali tahun 2016 dengan sebuah keluarga baru. Anggota komunitas Propinsialat SCJ Palembang ikut menyaksikan kebahagiaan mempelai berdua dan tentu saja mendukung dengan doa-doa. Proficiat Mas Agus dan Mbak Susan, semoga menjadi keluarga kristiani yang setia dan semakin mencintai satu sama lain, mengalami sukacita dan kebahagiaan sejati dalam Tuhan selama-lamanya. Amin

 foto-foto yang lain bisa di lihat di: https://photos.google.com/share/AF1QipNgMAWyKbR82aDJpFlF7BYQ2smtrCPNHaIBpzO0SefLw03g4loWyhWA7PHJ1h22Aw?key=SlpwcDRYQlBqWjJERlBGWUVVVWxKMHZXOEtYSnJn