Rabu, 04 Mei 2016

Pengangkatan Pimpinan Propinsi SCJ Indonesia Masa Bakti 2016-2019



GENERAL SUPERIOR 
  CONGREGATION OF THE
  PRIESTS OF THE SACRED HEART
Dehonians
_________________________________________________________________________
Prot. n. 0175/2016
 
PENGANGKATAN PEMIMPIN PROPINSI
 
Superior Jendral Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus,
  • Setelah mencermati hasil konsultasi yang dilaksanakan di antara para anggota PROPINSI INDONESIA;
  • setelah memperoleh persetujuan dari Dewan Penasehat Jendral dalam rapatnya  tanggal 3 Mei 2016;
  • sesuai dengan Konstitusi nomor 126;
 
mengangkat Pimpinan Propinsi Indonesia,
dengan susunan sebagai berikut:


    Superior Propinsial       : P. Alexander Sapta Dwi Handoko SCJ

    Penasihat Pertama       : P. Titus Waris Widodo SCJ
    Penasihat Kedua          : P. Yulius Sunardi SCJ
    Penasihat Ketiga          : P. Fransiskus Xaverius Kusmaryadi SCJ
    Penasihat Keempat      : P. Pius Pujowiyanto SCJ


Triennium berlaku mulai tanggal 15 Juli 2016




Ditetapkan di Roma oleh Kuria Jendral tanggal 3 Mei 2016



      WAKIL SEKRETARIS JENDRAL                                                          SUPERIOR JENDRAL




       Rm. Radoslow Warenda SCJ                                                            Rm. Heinrich Wilmer SCJ

Jumat, 22 April 2016

Pertemuan Kaum Muda Dehonian 2016 sudah dekat!

 
Undangan bagi Anda untuk mengalami WYD ( Word Youth Day) dalam semangat dehonian masih terbuka. Kita akan kedatangan tamu dari Amerika Serikat, Kanada, Brasil, Filipina, Slovakia, Italia dan Portugal. Pertemuan akan berlangsung di Lublin (tempat di mana Uskup Karol Wojtyla, yang kemudian menjadi Paus Yohanes Paulus II, pernah menjadi seorang profesor universitas) dan Stadniki dekat Kraków.
 
Apa yang perlu diketahui?
Pertemuan tersebut dilaksanakan dari 20 Juli sampai 01 Agustus dan biaya keseluruhan adalah € 250. Usia minimum untuk peserta adalah 17 tahun. Undangan ini kami tujukan bagi orang-orang muda yang terlibat dalam pelayanan kaum muda dehonian.
Salam
P. Jarosław Grzegorczyk SCJ
 
 
Apa Makna Logo?

Logo ini mengandung makna Belaskasih / Kerahiman Allah dalam sebuah gerakan. Hati dengan tangan mengingatkan kita bahwa cinta hanya mungkin melalui persatuan orang-orang yang bertindak dengan belas kasih. Kata-kata "Tuhan / Lord" dan "Belaskasih / Kerahiman / Mercy" dalam warna yang sama, mengingatkan kita bahwa Allah adalah kasih, belas kasihan.

Salib dehonian yang belum selesai menyampaikan gagasan sedang "dalam proses pembentukan", seperti halnya orang-orang muda yang sedang tumbuh, belajar dan berkembang.

Giorgio Sinestri 

 

http://lnx.dehon.it/en/index.php?option=com_k2&view=item&id=1496:the-dehonian-youth-meeting-of-2016-is-so-close&Itemid=77 

Minggu, 27 Maret 2016

Mencari Seperti Maria Magdalena


"Maria Magdalena dan para perempuan kudus adalah model kita untuk mencari Yesus.

Mari kita mencari Dia selalu, mari kita mencari Dia di mana-mana.

Mari kita mencari Dia, tidak hanya untuk menghormati Dia, untuk mendapatkan kemurahan Hati-Nya dan Rahmat-Nya yang luar biasa, tetapi untuk memahami cinta-Nya, mencotoh teldan-Nya, untuk mengorbankan diri seperti Dia ...

Kita tidak bisa hanya berada di dekat Kristus hanya dalam doa; kita tahu bahwa kita harus melayani Dia dalam pribadi saudara-saudara-Nya "



(P. Dehon, Direttorio Spirituale, DSP 133).



Selamat Paskah untuk kita semua
Mari kita menjadi pencari-pencari Kristus
dan mewartakan Kristus yang bangkit
dengan penuh sukacita 


In Corde Jesu

Segenap SCJ Provinsi Indonesia




 


Selasa, 15 Maret 2016

RIP Mgr. Andreas Henrisoesanta SCJ


Berita mengejutkan terdengar, pada hari Kamis, 10 Maret 2016 pukul 14.20 WIB, bahwa Bapa Uskup Emeritus Mgr. Andreas Henrisoesanta SCJ dipanggil Tuhan dengan tenang di RS. St. Carolus Jakarta. Uskup pribumi pertama SCJ Indonesia telah menghadap sang pencipta-Nya. Dia yang selama ini menghayati hidup menjadi saksi-Nya ditengah-tengah umat telah menyelesaikan tugasnya dengan baik. 

Ribuan umat yang membanjiri Gereja Katedral Tanjungkarang, menunjukkan kecintaan umat bagi gembala mereka yang telah berpulang. Mgr. Henri meninggalkan banyak kesan bagi pribadi-pribadi di Keuskupan ini. Motto beliauEritis Mihi Testes”, yang artinya kamu akan menjadi saksi-Ku (Kis 1,8) telah dibuktikan dengan banyaknya orang yang hadir untuk memberi penghormatan yang terakhir, termasuk tokoh-tokoh agama lain juga hadir secara khusus untuk memberi penghormatan kepada Mgr. Henri. Bagi Mgr. Henri semangat menjadi saksi Kristus adalah dengan ikut ambil bagian dalam membangun Lampung menjadi peradaban yang damai dan bersatu serta membangun kerukunan

Misa Requiem dillaksanakan pada hari Minggu 13 Maret 2016 pukul 11.00 di Gereja Katedral Tanjungkarang. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Bapa Uskup Tanjungkarang Mgr. Yohanes Harun Yuwon dan didampingi 12 Uskup termasuk Bapa Kardinal Julius Darmaatmadja SJ dan ratusan imam baik yang bertugas di Keuskupan Tanjungkarang maupun dari keuskupan lain.

Dalam kotbahnya, Mgr. Yohanes Harus Yuwono mengungkapkan bahwa Mgr. Henrisoesanta adalah manusia pendoa dan selalu siap menghadapi saat Tuhan menjemput. Terungkap ketika dalam pembicaraan, Mgr. Henri mengungkapkan keinginannnya kalau beliau meninggal minta dimakamkan di Pemakaman Katolik  Dharma Shanti Merta (DSM) Negeri Sakti, Kabupaten Pesawaran. 

Dari wasiat itu, terungkap kepribadian Mgr. Henrisoesanta yaitu untuk selalu dekat dengan umat, bahkan saat wafatnyapun ingin bersama dengan umat, yang kedua, Uskup yang baru saja merayakan 40 tahun tahbisan sebagai uskup itu sudah siap untuk menghadap sang penciptanya. Meski terkenal sebagai pribadi yang keras, namun sebetulnya beliau memiliki hati yang lembut. Sebagai Uskup beliau telah menunjukkan sebagai seorang penjaga iman sorang Magister yang baik, namun sebagai pribadi beliau telah menunjukkan sebagai sorang ibu (Mater). Hidupnya seakan-akan diberikan untuk memberi berkat bagi banyak orang. Bahkan saat-saat terakhir hidup beliau, selalu memberi berkat buat siapa saja yang mengunjungi beliau.


Selamat jalan Mgr. Andreas Henrisoesanta SCJ, terima kasih atas teladan hidup dan tugas kegembalaan Mgr yang telah Mgr Henri jalankan dengan setia sehingga Gereja Lokal Keuskupan Tanjungkarang telah berkembang sepeti sekarang ini. Doakan kami yang masih berjuang di dunia ini. Semoga kami layak menjadi saksi-saksi-Nya seperti yang telah engkau hidupi selama ini.





Senin, 29 Februari 2016

Menjadi Religius yang Berbelas Kasih


Mengawali programnya di tahun 2016, TKSK (Tim Kerasulan, Sosial, dan Kemanusiaan) Keuskupan Agung Palembang menimba kekuatan rohani bersama Rm. Paulus Harnasa Purba SCJ dengan mengadakan kegiatan Penyegaran Rohani atau Rekoleksi. Tema rekoleksi kali ini adalah Menjadi Religius yang Berbelas Kasih, Seperti Bapa Berbelas Kasih. Rekoleksi kali ini diikuti oleh 54 peserta dari berbagai Religius yang berkarya di Keuskupan Agung Palembang.Tema rekoleksi ini sejalan dengan fokus program kerja TKSK KAPAL tahun 2016 yaitu Menanamkan Budaya Belas Kasih dan Keluarga. 

Dalam renungannya, Rm. Harnasa Purba, mengajak para peserta untuk merenungkan Bulla Misericordia Vultus yang dikeluarkan oleh Paus Fransiskus. Di awal rekoleksi peserta diajak untuk mengenali belenggu-belenggu kelaliman jaman ini seperti yang banyak ditulis Paus Fransikus dalam bulla  Misericordia Vultus. Menjadi pertanyaan mendasar, mengapa Paus Fransiskus banyak menyinggung belenggu-belenggu kelaliman pada jaman ini. Nampaknya fenomena-fenomena jaman inilah yang menimbulkan keprihatinan yang mendalam dalam diri Paus Fransiskus sehingga mencanangkan tahun ini menjadi tahun Belas Kasih / Kerahiman Bapa serta menerbitkan Bulla Misericordia Vultus, atau lebih lengkapnya Misericordiae vultus Patris est Christus Iesus, yang artinya Yesus Kristus adalah wajah kerahiman Bapa.


"Yesus Kristus adalah wajah belaskasih Bapa. Kalau mau melihat wajah belas kasih Bapa..Lihatlah Yesus.. Kalau mau melihat wajah Yesus..lihatlah Kitas Suci." Demikian yang diungkapkan oleh Rm. Harnasa. Belas kasih adalah kunci untu bisa memahami seluruh Kitab Suci. Peserta diajak untuk bisa mehami secara lengkap kitab suci dan karakter Bapa yang Berbelas Kasih. 


"Dalam perjanjian lama sering orang melihat sosok Allah yang tidak lengkap, sehingga kita melihat Allah sebagai dasyat, mempunyai kearakter keras, bahkan kadang kejam mengerikan. Banyak teks menampilkan sosok Allah sebagai yang pendendam, pencemburu, pemarah." demikian tutur Romo yang ahli hukum gereja ini. Sebenarnya dibalik semua yang keras-keras itu, Allah mau menunjukkan KEADILANNYA dan keinginanNya agar umat yang dikasihi-Nya tidak tercerai, hancur dan musna baik disebabkan: dari kekuatan dari luar  dan dari dalam mereka sendiri.

Peserta diajak melihat bahwa keadilan dan belaskasih bukanlah hal yang harus dipertentangkan tetapi justru menjadi satu pengalaman yang hadir dalam satu tarikan nafas. Kitab suci kita dibuka justru melalui kisah penciptaan yang menunjukkan kisah Allah yang luarbiasa belaskasih. Keputusan Allah untuk menciptakan alam semesta dan manusia, sikap Allah atas manusia yang mengkianati-Nya menjadi peristiwa yang mengawinkan antara keadilan dan belas kasih.

Peserta juga diajak untuk merenungkan hubungan antara belaskasih dan kesetiaan.Belas kasih dan kesetiaan menjadi pengalaman yang kental bangsa Israel dalam memahami Allahnya. Tragedi menari Babel, kisah eksodus dengan perjanjian Sinai sebagai mahkotanya, kisah nabi-nabi, para hakim, kisah penghancuran dan pembuangan Israel menjadi kisah panjang belaskasih Allah yang setia dengan PENGAMPUNAN-NYA. Belas kasih harus sampai pada pengampunan.

Para Religius diajak dan disadarkan bahwa mereka menjadi bagian dari Gereja, dan Gereja dipanggil untuk menjadi Misionaris Belas Kasih, artinya Gereja harus menjadi sosok yang terdepan dalam gerekan Pertobatan dan Pengampunan. Akhirnya, kesimpulan dari rekoleksi ini adalah: bahawa Cinta hanya bisa dibuktikan dengan kesetiaan Tapi mahkota dari cinta adalah pengampunan. Itulah belas kasih.




Foto-foto bisa anda lihat di: Penyegaran Rohani: Menjadi Religius yang Berbelas Kasih