Rabu, 25 Desember 2013

Selamat Natal dan Tahun Baru

 
Kepada Anda sekalian yang mengunjungi laman ini, kami mengucapkan SELAMAT HARI RAYA NATAL dan SELAMAT TAHUN BARU 2014. Semoga Tuhan Yesus yang lahir di tengah-tengah kita sungguh-sungguh menjadi Raja Damai di dalam hati kita, di dalam keluarga Anda, dan di dalam masyarakat kita. Tuhan memberkati Anda sekalian.

Kamis, 19 Desember 2013

Pesan Natal 2013 - Pater Provinsial SCJ


Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus (SCJ)
Propinsialat SCJ
Jl. Karya Baru 552/94, Km. 7 – Palembang 30152
Telp. 0711 – 410835; Fax 0711 -  417533 - INDONESIA

“Tuhan yang Agung, lahir dalam kesederhanaan”

Para konfrater yang terkasih,
Hari yang penuh dengan kebahagiaan dan sukacita kini telah di ambang pintu: Hari lahirnya Tuhan Yesus Kristus. Dalam kebahagiaan bersama dengan seluruh Umat Allah ini, baiklah kita sejenak merenungkan arti kelahiran Tuhan ini bagi kita masing-masing.
Dengan menyambut kedatangan Sang Juru Selamat, kita pantas mensyukuri rahmat Tuhan bagi Provinsi kita: Empat (4) Imam Baru telah ditahbiskan bagi kita, tiga (3) diakon baru, lima (5) konfrater muda yang telah mengikrarkan kaul kekal, tujuh (7) novis mengikrarkan kaul pertama, dan tujuh (7) orang muda mulai mendalami panggilan mereka di novisiat, serta tujuh belas (17) pemuda memasuki masa postulat. Baru saja kita menerima berita bahwa 3 frater juga telah lulus dalam ujian ad audiendas sebagai bekal penting untuk memasuki jenjang imamat, dan beberapa konfrater yang telah menyelesaikan studi lanjut mereka.
Kita juga pantas mensyukuri dan tetap memohonkan rahmat yang diperlukan untuk Administrasi Provinsi periode 2013-2016 yang baru dengan formasi yang baru pula, untuk penerimaan Paroki Perawang di Keuskupan Padang, untuk keterlibatan provinsi bagi misi internasional, serta geliat di bidang Pendidikan Umum yang membutuhkan sumber daya dan kerja sama yang semakin solid di antara para konfrater yang terlibat. Rahmat Tuhan tersebut sangat kita butuhkan demi sukses dan perkembangan pengabdian kita.
Kristus lahir membawa kebahagiaan dan syukur yang mendalam bagi kita. Namun Dia yang adalah Allah, lahir dalam kesederhanaan. Orang-orang kecil dan sederhana (para gembala) telah menyambut Dia yang Agung dengan hati yang terbuka, maka mereka pun dipenuhi dengan kebahagiaan yang besar (bdk. Luk 2:20). Kita, kaum religius, juga telah mengikrarkan diri sebagai orang yang “sederhana” melalui kaul kemiskinan kita. Menjadi bahan refleksi kita, apakah kita sendiri sudah menjalani hidup yang sederhana itu? Bukankah di zaman kita ini adalah menjadi tantangan yang besar untuk hidup yang demikian? Banyak sekali kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh orang-orang yang dekat dan baik dengan kita. Tidak sedikit praktik-praktik yang terjadi di antara kita, di mana kita menyalahgunakan kebaikan umat itu untuk memenuhi rasa lapar kita akan barang-barang duniawi, atau demi kepentingan pribadi dan keluarga sendiri. Kita masih selalu mengingat kewajiban-kewajiban kita sebagai orang yang berkaul kemiskinan ini, sebagaimana ditulis dalam Konstitusi kita: “Hasil kerja kita, gaji dan honor, derma dan subsidi, pembayaran asuransi dan apa saja yang kita terima, merupakan milik Tarekat …” (Konst, no. 45 dst.).
Memang, dalam keprihatinan tersebut kita masih bersyukur bahwa secara komuniter kita bisa beragi dengan saudara-saudari yang mengalami musibah topan Yolanda di Filippina. Rasa solidaritas kita telah kita wujudkan dalam gerakan bersama dari masing-masing komunitas dan rumah-rumah pembinaan (Seminari Menengah, Postulat-Novisiat, dan Skolastikat). Pertanyaan masih tetap ada untuk kita masing-masing: “Apakah saya sudah menjalani pola hidup yang sederhana itu?”
“Datanglah, ya Raja Damai” (Yes 9:5), adalah Tema Natal untuk Gereja Indonesia. Harapan seluruh umat manusia adalah hidup yang penuh kedamaian. Hanya Kristuslah yang dapat memberikan kedamaian tersebut, dan hanya dalam Dialah ada kedamaian. Namun kedamaian tersebut hanya dapat terwujud kalau manusia ikut serta menyambut-Nya, dan juga setiap orang ikut terlibat mewujudkannya. Sebagai pengikut Pater Dehon, kita “diharapkan menjadi nabi cinta kasih dan pelayan perdamaian manusia dan dunia di dalam Kristus (2 Kor 5:18)” (Konst. No. 7). Kedamaian itu kita mulai dari dalam diri kita sendiri, dalam komunitas di mana kita berada, dan khususnya dalam pelayanan kita terhadap para konfrater kita yang sakit dan yang sudah berusia lanjut.
Kedatangan Tuhan membawa kenangan dan harapan. Sebuah kenangan yang diharapkan membawa semangat yang baru, dan kita pun berani mengadakan pembaharuan itu. Di tahun 2014 nanti kita akan mengenangkan peristiwa sejarah yang menjadikan kita menjadi sebuah provinsi yang besar: 90 tahun kehadiran Kongregasi SCJ di Indonesia, 40 tahun sebagai Provinsi, dan 50 tahun Skolastikat di Yogyakarta. Kita akan memaknai semua peristiwa kenangan itu dalam perayaan bersama di Yogyakarta.
Di tahun 2014, kita juga akan merayakan Kapitel Provinsi ke IX, yang akan menjadi tonggak sejarah bagi hidup dan pelayanan SCJ di Indonesia. Marilah kita masing-masing terlibat di dalamnya, dan bersama-sama mengusahakan hidup persembahan kita ini menjadi pujian bagi kemuliaan Nama Tuhan dan keselamatan kita semua.
Kepada kita semua, saya mengucapkan SELAMAT NATAL dan TAHUN BARU 2014.
Salam dan Berkat Tuhan.
P. Andreas Madya Sriyanto, SCJ

Pesan Natal 2013 - Pater Jendral SCJ


SUPERIORE GENERALE
CONGREGAZIONE DEI SACERDOTI
DEL SACRO CUORE DI GESù
Dehoniani
__________________________________________________

Prot. N. 0325/2013

Roma, 12 Desember 2013
Kepada para Superior Propinsi/Regio/Distrik

 
Surat Natal 2013 

KRISTUS YESUS AKAN LAHIR DI DALAM SETIAP KENYATAAN HIDUP KITA 

Natal datang kembali. Kembali dengan terang-Nya, kembali dengan diwartakan oleh banyak tanda-tanda kecil yang kiranya ingin memperkaya propinsi, regio, entitas-entitas kita. Kembali untuk memberi makna, menyalakan rasa kagum, dan membuka harapan.

Kristus Yesus lahir membawa sukacita dalam berbagi bersama gereja universal dalam  momen-momen penting. Paus Benediktus XVI mengundurkan diri dari tugas tanggungjawabnya dan telah menunjukkan kepada kita sebuah sikap kerendahan hati yang mendalam. Langkahnya disambut oleh Paus Fransiskus. Dua paus dengan cara yang berbeda telah mengatakan kepada kita bahwa tanpa hubungan erat dan berkelanjutan dengan Allah, misi menjadi tugas saja. Resiko aktivisme, terlalu menekankan struktur, selalu mengancam. Dan misi itu semakin memanggil kita untuk menjangkau kenyataan yang sering terabaikan, terlebih lagi hati kita harus bersatu dengan hati Kristus, yang penuh belas kasih dan cinta. Di sinilah Kristus Yesus lahir.

Ia lahir dalam pertemuan-pertemuan yang kita alami bersama. Selama tahun yang segera akan berakir ini telah diselenggarakan banyak pertemuan yang penuh kisah.  Dari tanggal 10 sd 15 Januari, 19 uskup SCJ bertemu dengan Pimpinan Jendral Kongregasi untuk merefleksikan tentang cara menghayati karisma dehonian dalam pelayanan sebagai uskup dan dalam kerjasama antara kongregasi dan Gereja lokal.

Dari tanggal 8 April, pada Hari Raya Kabar Sukacita Tuhan, pertemuan para rector skolastikat SCJ dimulai. Pertemuan ini diselenggarakan di Kuria Jendral Roma dan berakhir tgl. 13 April. Ada bermacam-macam tujuan: mempelajari Ratio Formationis Generalis yang baru; merumuskan arah umum dari pelbagai dimensi bina awal: spiritualitas, karisma, internasionalitas, pembinaan untuk pengelolaan ekonomi dan keterlibatan sosial, membangun semangat kekeluargaan dan semangat berbagi di antara para formator, dalam rangka membangun sebuah kerja sama internasional dalam skolastikat-skolastikat kita.

Pada tanggal 17-20 Juni, para sekretaris dari pelbagai entitas mengadakan pertemuan di Roma. Sebagai pimpinan Jendral kami telah menggarisbawahi kenyataan bahwa mereka itu merupakan saluran penting untuk melayani misi, dan melayani persekutuan untuk Kongregasi. Kegiatan kerja dikembangkan sekitar pentingnya peran para sekretaris dalam persiapan rapat dewan, assembly, kapitel. Peran sekretaris bukan sebagai pelayanan teknis, tetapi sebagai ungkapan spiritualitas, misi yang dinyatakan dalam “Sint Unum” yang disukai Bapa Pendiri. “Buku pegangan bagi para sekretaris”, yang dipresentasikan selama hari-hari pertemuan, merupakan alat berharga untuk pelayanan para sekretaris.

Di Rio de Janeiro, pada bulan Juli, hari orang muda sedunia, telah menghimpun banyak orang muda; dan dalam hari-hari sebelum peristiwa itu, banyak orang muda dehonian yang berasal dari entitas-entitas kita telah memperteguh sharing spiritualitas scj.

Dari bulan September dimulai lah “Kursus Formator SCJ”. Ada 14 konfrater yang berasal dari 11 entitas. Melalui pendalaman spiritualitas kita, mereka mempersiapkan diri untuk tugas membantu orang-orang muda untuk menemukan dan memilih-menjawab panggilan Allah dalam hidup mereka.

Untuk melanjutkan memaknai kelahirkan Kristus Yesus dan kerajaan-Nya, dari tanggal 3 sd 9 November, para superior mayor mengadakan pertemuan.  Kerja-kegiatan dipusatkan pada penemuan arah dalam mempersiapkan Kapitel Jendral ke-XXIII yang akan diselenggarakan mulai tanggal 16 Mei sampai 6 Juni 2015.  Pada awal rapat kerja, kami ingatkan bahwa untuk membaca keyataan diperlukan kreativitas, diperlukan para nabi untuk mengadakan discerment, para penyair untuk menyanyikan Sabda, para pekerja konkret untuk membangun kenyataan baru.  Pada hari-hari pertama bulan Desember ini, yaitu dari tanggal 6-8, Komisi Persiapan Kapitel Jendral XXIII mengadakan pertemuan di Roma. Selama pertemuan pertama ini, telah disusun langkah-langkah untuk ditawarkan kepada Kongregasi dalam mempersiapkan Kapitel yang rencananya akn diumumkan secara resmi pada akhir tahun ini.

Kristus lahir dalam kita menghadapi tantangan-tantangan pada tingkat benua. Tahun ini, Afrika menyelenggarakan konperensi kontinental. Konperensi telah memperteguh rasa memiliki, kehendak untuk memberi denyut kehidupan baru pada kehadiran scj melalui pertemuan-pertemuan bersama untuk berbagi kompetensi pada tingkat entitas, terutama kerjasama konkret dan hidup dalam bidang formasio.  Konperensi telah menunjukkan jalan yang bisa ditapaki bersama.

Lompatan ke Amerika Utara bukan lah perkara kecil, dan perhatian ke sana sama pentingnya. Khususnya mereka memusatkan perhatian pada gaya hidup, terutama tentang bagaimana menghayati kaul kemiskinan dalam konteks Amerika Utara; berpikir bersama bagaimana memberi makna-nilai pada hidup membiara dalam konteks itu; berusaha membarui hidup berkomunitas, memberi kesempatan untuk berbagi satu sama lain dan juga memberi ruang untuk berkarya bagi para konfrater dari entitas lain.

Konperensi kontinental di Amerika Latin telah membantu menumbuh-kembangkan kesadaran dan kepekaan terhadap pelbagai proyek kontinental dan mendiskusikan bagaimana mengimplementasikannya secara baru. Refleksi tetap terbuka untuk  memahami manakah tantangan-tantangan yang dihadapi, baik dalam masyarakat maupun dalam kongregasi. Selain itu, kami mendiskusikan kemungkinan-kemungkinan untuk mengembangkan kerja sama antara entitas-entitas pada tingkat struktur, formasio dan misi.

Kristus Yesus lahir di tempat di mana kita mampu bersyukur dan mengingat tahun-tahun pelayanan dan keterlibatan demi kehadiran Kerajaan-Nya. Peringatan akan mereka yang mengalami sepotong sejarah ini bukanlah tanpa arti, karena  peringatan itu melibatkan perhatian penuh, melibatkan minat hati dan budi.  Propinsi Kamerun (CMR) telah merayakan 100 tahun kehadiran SCJ; Distrik  Austria-Kroatia (ACR) telah memperingati 100 kehadirannya di Wina. Di Amerika Selatan, telah dirayakan 120 tahun kehadiran SCJ dan 50 tahun Propinsi Brasile Recife (BRE) dan 30 tahun berdirinya Propinsi Argentina (ARG) dengan Distrik Uruguay (URU).  

Daftar syukur-terima kasih semakin panjang dengan mengingat sesuatu yang baru. Tanggal 12 Agustus, Vietnam (VIE) diresmikan menjadi Distrik; tgl. 21 September 2013 Ekuador (ECU) telah resmi menjadi Distrik di bawah propinsi Spanyol. Inilah entitas-entitas baru dan segar bagi perjalanan masa depan Kongregasi.

Kristus Yesus lahir karena ada panggilan-panggilan baru. Dalam tahun ini ada 41 novis, 52 kaul pertama dan 22 imam baru. Untuk semuanya ini kita bersyukur kepada Tuhan penguasa sejarah yang tak pernah berhenti memikirkan kebaikan kerajaan-Nya.

Angin segar telah berhembus dalam kepemimpinan entitas-entitas yang telah memulai pelayanan mereka. Kita buat daftar saja supaya seluruh kongregasi dipenuhi rasa syukur atas pelayanan banyak konfrater yang melaksanakan pelayanan demi banyak orang. Chile (CHI) dan Madagaskar (MAD) mempunyai pimpinan baru sejak tanggal 1 Januari 2013;  Polandia (POL) mempunyai dewan pimpinan baru sejak tanggal 15 Januari; selanjutnya tgl. 18 Januari VEN (Venezuela); dan pada musim panas kita memiliki pimpinan baru:  tgl. 15 Juli, Indonesia (INA); sejak tgl. 1 Agustus Propinsi Amerika Serikat (USA) dan Jerman (GER):  Vietnam (VIE)   dan Uruguay (URU) mulai tgl. 12 Agustus; Afrika Selatan  (RSA)  tgl. 30 Agustus 2013 dan Argentina (ARG)  tgl. 1 Nopember.

Kristus Yesus lahir di tengah-tengah hal yang tak terduga. Tanggal 1 Februari, provinsi Jerman telah merealisasikan, setelah hampir dua puluh tahun, impian untuk kembali ke Berlin. Kembalinya ke Berlin sampai beberapa tahun yang lalu bahkan tidak terbayangkan sama sekali. Maksud yang ada di belakangnya adalah untuk masuk kembali ke pusat kota yang menjadi-paling-tidak-kristen (scristianizzata) di Jerman.

Tanggal 6 Mei, Tahta Suci mengumumkan pengangkatan p. Zolile Peter Mpambani menjadi uskup di sebuah keuskupan kecil Kokstad, dekat Durban, Afrika Selatan. Hal ini merupakan sebuah tanda yang bagus bagi kehadiran dehonian di bagian dunia itu, sebuah undangan untuk berada dalam persekutuan dengan Gereja universal.

Di antara hal-hal yang tak terduga, kita tempatkan juga solidaritas yang selalu ada dalam kenyataan hidup kita, dalam peristiwa-peristiwa khusus yang kemudian menjadi luar biasa karena kita melihat bagaimana rasa keadilan dan cinta bagi orang-orang lain menjadi konkret. Angin topan di Filipina menumbuhkan jaringan solidaritas sedemikian rupa sehingga membuat entitas-entitas kita dipuji, dan mengatakan betapa indah bekerja demi hadirnya Kerajaan Allah.

Kristus Yesus telah dijumpai oleh 34 konfrater kita yang tahun ini meninggal. Kita percayakan mereka kepada belas-kasih-Nya dan kita persatukan dalam peringatan ini Kardinal Stanislaw Nagy, SCJ, Diakon dari Gereja Santa Maria della Scala. Dalam telegram duka yang ditujukan kepada Kardinal Stanislaw Dziwisz, Uskup Agung Krakowia (Polandia), Paus Fransiskus menyampaikan: “dengan rasa terima kasih atas kerjasamanya yang baik, persabahatan yang hangat dan sikap saling menghormati dengan Beato Yohanes Paulus II, serta aktivitas ekumenisnya yang intens.”

Dalam masa pesta ini, kita dapat memikirkan kembali Tuhan yang lahir dalam semua kenyataan hidup kita ini dan menegaskan kembali arti-makna yang benar-benar kristiani dari Natal.  Memandang dan mengingat peristiwa-peristiwa ini tidak berarti menutup diri dalam sebuah ghetto eksklusif, tetapi menunjukkan kemampuan luar biasa untuk menceriterakan dengan bahasa spiritualitas kita “kabar sukacita” abadi yang mempengaruhi umat manusia. Kelahiran Yesus adalah perjumpaan antara keadilan dan kebenaran, adalah perjumpaan subur antara langit dan bumi, adalah harapan dan janji akan damai dan kehidupan yang penuh.

Kepada kalian masing-masing, Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2014, semoga pernuh berkat. Kita percayakan secara khusus kepada Roh Tuhan penyelenggaraan kapitel-kapitel di setiap entitas, dalam persiapan Kapitel Jendral 2015.

Rm. José Ornelas Carvalho
Superior Jendral
Dan dewan penasehat

Senin, 28 Maret 2011

Romo Bhakti kembali kerumah Bapa di surga


Romo Bhakti  telah kembali ke rumah Bapa pada 23 maret 2011 .

Rm. Thomas Bhakti Dwi Prabowo SCJ, dengan nama kecil Tukimin, lahir di Boro, Yogyakarta 3 Desember 1948 dari pasangan Bapak Ibu Pawirodikromo yang pindah dari Boro ke Metro Lampung.
Bagi RmBhakti, cita-cita untuk menjadi imam sudah ada sejak kecil, yang terlihat dalam keaktifannya di paroki baik ketika masih di Boro terlebih setelah keluarganya pindah di Metro. Dan keinginan menjadi imam ini ia mulai dengan memasuki Seminari Menengah St. Paulus Palembang tahun 1965.
"Sederhana tetapi meyakinkan". Kata-kata ini telah disandang olehnya ketika pertama kali menjadi anggota SCJ yang dinyatakan oleh pembimbingnya. (Alm) Romo.Ig.Cipta Har­saya SCJ serta anggota dewan waktu itu yang menilai kelayakannya untuk menjadi frater SCJ.

13-10-1975 ketika bertugas di Bandarjaya sebagai frater yang sedang menjalani masa orientasi pastoral, mengajukan permohonan untuk mengucapkan kaul pertama dalam serikat Imam Imam Hati Kudus dan permohonan tersebut dikabulkan den terlaksana pada tgl. 30 Januari 1976
Seperti dikatakan Rm.Ciptaharsaya (alm): "Bhakti sungguh memenuhi harapan dan kami puas dengan pekerjaannya. Tertib dan suka membuka diri dan mengemukakan persoalan yang dihadapi, setia dan sederhana tapi meyakinkan", kesederhanaan inilah pertarna kali terlihat  bile berjumpa dengannya dan yang selalu nyata sampai akhir hidupnya.

Romo yang sejak kecil mempunyai hoby berkebun ini pernah menjadi guru di sebuah SPG dan sangat perhatian kepada siapa saja tanpa pilih-pilih.
11-1978 menjalani pastoral akhir di Kotagaiah dan setelah tahbisan 16 Juni 1979 be­liau dibenum di Paroki St.Paulus Kotagajah. Ditempat ini karena melihat kondisi gedung gereja sangat memprihatinkan, beliau berusaha sekuat tenaga untuk membangun gereja yang baru. Dana yang diharapkan dari keuskupan separuhnya. selebihnya supaya berusaha sendiri den akhirnya berdirilah gereja yang megah walaupun sempat terbeng­kalai karena menunggu dana. Di tempat ini juga beliau mendirikan sarana pendidikan dengan nama. Yayasan Yos Sudarso / SMP Yos Sudarso Karena sekolahan yang ada di samping gereja kurang diminati oleh masyarakat karena masyarakatnya fanatik, maka akhirnya diusahakan di tempat lain yang agar jauh dari lokasi gereja, untuk menarik masyarakat setempat yang mau sekolah dan sedikit-demi sedikit rasa kefanatikan berkurang dan nilai-nilai kekatolikan bisa tertanamkan kepada masyarakat walaupun tidak harus dipermandikan.

01-01-198 pindah tugas sebagai pastor paroki St.Pius X Gisting. Selama di Gisting, beliau juga banyak melaksanakan pembangunan dan rehab gereja. antara lain rehab gereja stasi Sumber Rejo di Desa Tegal Binangun Talang Padang. Gereja yang sudah tua dan parah, banyak bocor, dinding gedek sudah rapuh, disana-sini sudah berlubang. Rehab ini semula dilaksanakan secara gotong royong oleh umat stasi, tetapi karena keterbatasan dan kemampuan umat akhirnya mengajukaan bantuan ke luarnegeri melalui propinsi. Dan juga ikut serta dalarn rehab rumah novisiat St. Yohanes.

3 Pebruari 1987 membeli tanah di Batukeramat untuk SCJ. Tertarik karena pemandangan alam yang indah, sebelah selatan bisa memandang Laut dan ke barat memandang Gunung Tanggamus yang megah, bahkan di bawah ada air terjun, tanah 2 hektar sekelilingnya sudah punya orang kota. Tahun 1980 membuka proyek tangkil di tanah scj Propan.

01-05-1991 pindah tugas di Paroki St.Lidwina Bandarjaya. Karena kesederhanaannya, beliau dengan mudah diterima oleh siapa saja dan kalangan manapun juga.

06.1994 pindah tugas di Paroki St.Theresia Jambi, Pastor kepala paroki dan ketika mau dipindahkan dari Jambi, umat Jambi nggondeli, memohon penundaan pemindahannya, alasannya katanya umat baru merasakan proses adaptasi, program­ program paroki baru akan dilaksanakan, telah tercipta keharmonisan dalam mekanisme kerja antara dewan paroki, keberadaan beliau sudah diterima umat. kondisi nya sedang diharapkan demi memajukan umat.

02-1997 pindah di Paroki St.Maria Gumawang Belitang.
31-07-2001 Mendapat kesempatan untuk menjalani tahun sabat, tetapi beliau tidak mau menjalaninya di Luar negeri, tetapi di Curup dan Yogyakarta. Dan selesai tahun sabatikal ingin segera kembali ke pelayanan di paroki; sesuai motto tahbisan "berasal dari umat kembali ke umat". Bagi beliau melayani umat merupakan sikap dasar dan kerinduan untuk merealisasikan panggilan; pelayanan paroki lebih membantu menyehatkan badan; kesaksian umat butuh keteladanan, kedekatan antara gembala dan umat.

28-10-2002 pindah sebagai Pastor Paroki St.Yohanes Penginjil di Bengkulu dan sejak 27 Agustus 2003 diangkat sebagai Superior SCJ Wilayah Barat.

01-09-2004 pindah Tinggal di Pondok Kristofel Jambi masih sebagai Superior SCJ Wilayah Barat dan ketika ada krisis tenaga di Paroki St.Maria Tugumulyo Mura tahun 2005, beliau ditarik ke sana untuk mengisi kekosongan sebagai pastor paroki.

01 Juni 2005 diangkat sebagai Koordinator Sekolah Xaverius Tugumulya. 27 Jun; 2006 dibebaskan dari tugas sebagai Superior SCJ Wilayah Barat tetapi diangkat sebagai Ekonom SCJ  wilayah Barat.

27-07-2007 Rm.Bhakti dipindah tugas ke Tulangbawang Lampung sebagai pastor paroki.

15-09-2010 Pindah tugas di Paroki Hati Kudus Palembang.
Sejak Januari 2011, beliau mulai mengeluh dengan penyakitnya yang telah lama ia derita selama ini yaitu jantung, gula darah dan darah tinggi.

Karena penyakit-penyakit ini maka tgl. 24 Januari 2011 malam beliau masuk rumah sakit Charitas Palembang dan akhirnya pada hari rabu 23 Maret 2011 dini hari pkl.03.00 beiiau menghembuskan : nafasnya yang tera­khir dengan tenang dengan didampingi oleh para konfraternya.

Selamat jalan Romo

Senin, 21 Februari 2011

Temu FKPA Regio DIY-Jateng

Tumbuhkan Keakraban di antara Para Anak Panti Asuhan

Sabtu-Minggu (12-13 Februari 2011) Skolastikat SCJ Yogyakarta dipenuhi oleh anak-anak panti asuhan yang berada di region DIY-Jateng. Mereka mengadakan pertemuan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Forum Kerjasama Panti Asuhan (FKPA) Regio DIY-Jateng. Kegiatan ini diikuti oleh 204 anak dari 16 panti asuhan yang ada di region DIY-Jateng.
Keenambelas panti yang mengikuti pertemuan tersebut adalah: PA Pangrekso Dalem Temanggung, PA St. Maria Ganjuran, PA Marganingsih Lasem, PA Brayat Pinuji Boro, PA Panti Rini Purworejo, PA St. Thomas Ungaran, PA Karuna Putri Solo, PA Karuna Putra Solo, PA Sancta Maria Boro, PA SOS Desa Taruna Banyumanik Semarang, PA St. Thomas Ngawen, PA Taman Bina Anak Bangsa Gunung Kidul, PA RSPA Anak Bangsa YSS Semarang, LPATR Don Bosco Wonosobo, Hellen Keller Yogyakarta, dan SLB Dana Upakara Wonosobo.
Pertemuan ini mengangkat tema “Berjumpa, Bersyukur, Bertumbuh.” Para frater dilibatkan menjadi tim animator sekaligus panitia pertemuan. Aula Skolastikat SCJ dan beberapa ruangan lain dipakai untuk pertemuan ini, khususnya sebagai tempat menginap para peserta. Karena terbatasnya ruangan untuk menginap, garasi sepeda para frater pun ‘disulap’ menjadi ruangan untuk menginap para peserta.
Pertemuan dibuka dengan perayaan Ekaristi di kapel Skolastikat SCJ yang dipimpin oleh Mgr Johannes Pujasumarta, Uskup Agung Semarang. Dalam Ekaristi itu, Bapa Uskup didampingi oleh Rm Luhur Pribadi Pr (Moderator FKPA KAS), Rm Juliwan SCJ (Rektor Skolastikat SCJ), Rm Markus SCJ dan Rm Susanto SCJ (Staf Skolastikat SCJ).
Dalam homilinya, Bapa Uskup menyatakan rasa syukurnya atas keterlibatan Gereja Katolik dalam berbagai macam kegiatan sosial. Panti Asuhan sebagai salah satu bentuk keterlibatan sosial Gereja diharapkan akan semakin dapat menumbuhkan semangat Kristiani dalam diri anak-anak yang ada di dalamnya. “Walaupun tidak semua anak asuh beragama Katolik, namun mereka juga diharapkan bisa berkembang dalam berbagai macam keutamaan,” tegas Mgr Puja.
Suasana keakraban dan kegembiraan nampak dalam diri para peserta pertemuan, terlebih pada saat acara pentas seni yang dilakukan di aula Skolastikat SCJ. Setiap panti asuhan menampilkan atraksi dan kreativitasnya. Pagi harinya, suasana menjadi semakin nampak akrab pada saat para peserta melakukan outbond yang dipandu oleh para frater SCJ. Ada berbagai macam permainan yang dilaksanakan dalam outbond di lingkungan Skolastikat SCJ dan wilayah Klaseman-Sengkan. Melalui berbagai permainan tersebut anak-anak diharapkan semakin saling mengenal satu sama lain dan pada akhirnya mampu saling bekerjasama di antara mereka.
Sementara itu, Sr Yovina OSF, Koordinator FKPA Regio DIY-Jateng berharap agar pertemuan ini juga bisa menjadi tempat bagi para peserta untuk mensyukuri hidup mereka sebagai anak-anak Allah. Ia juga berharap agar acara ini juga semakin mengembangkan tanggungjawab dan kerjasama di antara anak didik Panti Asuhan. (fr st sigit p scj)