Rabu, 22 Juli 2015

Compagnia Missionaria del Sacro Cuore



Anna Maria, Ludo, P. Andreas Madyo SCJ, Antonia, dan Santina
       Mungkin banyak orang yang belum mengenal apa itu Compagnia Missionaria del Sacro Cuore atau yang diseingkat dengan CM yang dalam bahasa Indonesia disebut Serikat Misionaris hati Kudus Yesus. Mereka adalah serikat sekulir yang didirikan pada tanggal 25 Desember 1957 oleh pater Albino Elegante SCJ di Bologna Italia. Serikat sekulir ini memiliki dua kelompok anggota, yaitu pertama, para Misionarois Putri yang mengikrarkan 3 kaul, yaitu kemurnian, kemiskinan, dan ketaatan. Sedangkan kelompok kedua disebut para familiares, yaitu mereka yang tetap berstatus sebagai awam, entah sudah menikah atau tidak, namun menghayati Spriritualitas Serikat sekulir CM.

       Serikat sekulir ini menjadi bagian dari keluarga Dehonian, yaitu mereka yang dalam hidupnya ikut menghayati spritualitas Pater Dehon pendiri Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ). Khususnya permenungan dari Injil Yohanes 19:37, “Mereka akan memandang Dia yang telah mereka tikam.” Misteri lambung Yesus yang ditikam dan mengeluarkan air dan darah yang menjadi sumber hidup batin dan misi para pengikut Serikat Misionaris.

       Pada kesempatan hari Selasa, 07 Juli 2015 yang lalu di Rumah Retret Podomoro Palembang, telah mengikrarkan kaul kekal 2 misionaris, yaitu Saudari Antonia Theresia Ingi dan Saudari Ludovika Endang Sulastri dihadapan Koordinator wilayah Indonesia Santina Pinovano dan pemimpin umum CM Anna Maria Berta yang keduanya datang dari Italia.

       Dalam kotbahnya Pater Andreas Madyo Sriyanto SCJ, Pater Propinsial SCJ menekankan pentingnya konsolidasi dari para anggota CM Indonesia. Meski anggotanya masih kecil namun namun konsoliadi sangat penting akan memberi kesaksian yang baik bagi umat dan akan membawa berkat bagi Gereja dan masyarakat. 



Rabu, 01 Juli 2015

JAMBORE SEKAMI KEUSKUPAN AGUNG PALEMBANG 2015

foto koleksi Rm. Elis Handoko SCJ
KKI Keuskupan Agung Palembang, dalam rangka merayakan Tahun Hidup Bakti mengadakan Jambore Sekami Remaja 2015 dengan tema: "Remaja Misioner: Hidup yang Berbagi dalam Terang Iman". Jambore Sekami Remaja ini dilaksanakan pada tanggal 23 s/d 26 Juni 2015 di kompleks Yayasan Xaverius, SMA Xaverius Bangau, dan Seminari St. Paulus Palembang.

Dihadiri oleh sekitar 1000 anak remaja misioner se Keuskupan Agung Palembang. Dalam kesempatan yang berharga ini pula, Dirdios KKI, Rm. Ign. Elis Handoko SCJ mengundang Tarekat Religius yang berkarya di keuskupan Agung Palebang untuk ikut serta berbagi pengalaman dan mendampingi para peserta jambore.

Dalam Perayaan Ekaristi penutupan Jambore, bapak Uskup Agung Palembang, Mgr. Al. Sudarso SCJ mengatakan, bakwa kita semua harus menampilkan wajah Yesus yang bersuka cita ditengah-tengah dunia. Anak-anak diminta untuk selalu bersuka cita dan mewartakan khabar gembira ditengah-tengah masyarakat, menjadi misionaris-misionaris yang bergembira menampakkan wajah Yesus.

Jambore ini berlangsung dengan sukses dan sangat mengesan bagi para misionaris remaja ini. terbukti hingga akhir acara mereka masih penuh semangat dan gembira bernyanyi dan menari, terkesan enggan untuk mengakiri pertemuan ini. Menurut beberapa pendamping, pada mulanya mereka enggan berpisah dengan teman-teman separokinya, namun kemudian mereka merasa enggan berpisah dengan keluarga baru mereka yang berasal dari berbagai paroki. Selamat berjuang para misionaris remaja, wartakanlah kabar suka cita dan kasih Yesus yang senantiasa menyertai kita semua.


foto-foto bisa dilihat di: Jambore Sekami Remaja 2015

Pelantikan Rektor UNIKA MUSI CHARITAS

Mimpi Keuskupan Agung Palembang untuk memiliki Universitas Katolik sendiri akhirnya terwujud dengan disetujuinya oleh merger atau penggabungan STTdan STIE Musi serta STIKES Perdaki Charitas membentuk Universita Katolik Musi Charitas. Kerja sama yang indah antara Keuskupan Agung Palembang dengan Kongregasi SCJ dan FCh. 


Tanggal 25 Juni 2015, telah di dilantik dan diambil sumpah Rektor Universitas Katolik Musi Charitas yang pertama untuk masa jabatan 2015 s/d 2019. Rektor pertama dipercayakan kepada bapak Slamet Santoso Sarwono, MBA., DBA. Dihadapan Bapak Uskup Mgr. Al. Sudarso SCJ, Ketua Yayasan Rm. Alexander Sapto Dwihandoko SCJ dan segenap jajaran yayasan serta tamu undangan, Doktor Slamet mengucapkan sahadat panjang para rasul dan sumpah jabatan sebagai Rektor.  

Dalam kesempatan perayaan Ekaristi yang mengawali upacara pelantikan Rektor ini, Bapa Uskup menyampaikan homilinya, bahwa dalam perayaan Ekaristi ini kita meminta kepada Tuhan agar UNIKA Musi Charitas ini selamat, serta Rektor yang baru senantiasa disertai Tuhan dan selamat, sesuai dengan namanya. Bapa Uskup juga berharap agar UNIKA yang baru terbentuk ini tetap membawa semangat keterpihakan kepada orang yang miskin.

Sementara Rm. Sapto SCJ, ketua yayasan Musi Charitas, dalam sambutannya menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang berkerja keras sehingga terwujudnya Universitas Katolik ini, juga menghaturkan terima kasih kepada Universitas Atmajaya Yogyakarta serta yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta yang telah meminjamkan Putra Terbaiknya untuk menjadi Rektor UNIKA Musi Charitas ini. Beliau juga mengatakan bahwa upacara hari ini merupakan tahapan awal sebelum Grandlaunching UNIKA Musi Charitas  yang akan diadakan tanggal 25 Juli 2015 nanti.

Sementara Bapak Slamet sendiri dalam sambutannya merasakan syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan juga menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam dengan apa yang terjadi dengan dunia pendidikan serta kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya. Penduduk Indonesia saat ini telah mencapai 250 juta, namun dalam event olah raga seperti SEA Games yang baru saja berlangsung di Singapura, Indonesia hanya mampu menduduki peringkat ke 5 setelah Thailand, Singapura, Vietnam, dan Malaysia, padahal jumlah penduduk kita yang terbanyak. Pak Slamet ingin menggambarkan situasi saat ini, kompetisi yang adil dan bermartabat, yang juga terjadi dalam dunia pendidikan. Pak Slamet mengajak semua saja yang terlibat untuk bersama-sama bekerja sama dan berkomitmen untuk membangun dan mengembangkan Universitas Katolik yang kita idamkan. 

Rabu, 13 Mei 2015

Anak-Anak Teluk Betung Mengenal SCJ



Suasana yang biasa sepi dan hening di komunitas Postulat-Novisiat SCJ St. Yohanes Gisting berubah ramai dan gegap gempita. Pada hari Minggu, tanggal 10 Mei 2015, komunitas tempat pendidikan dasar calon Bruder-Imam SCJ ini mendapat kunjungan sekitar 50 anak-anak calon penerima komuni pertama dari paroki Ratu Damai Teluk Betung. Mereka datang bersama para pendamping, antara lain Sr Reynelda,HK dan beberapa orangtua mereka. Salah satu tujuan mereka berkunjung  ke tempat pendidikan calon biarawan SCJ supaya mereka mengetahui kehidupan para calon biarawan SCJ serta berharapan munculnya benih-benih panggilan diantara anak-anak itu. 

Para pendamping berusaha memperhatikan penanaman iman anak-anak melalui kunjungan-kunjungan salah satunya adalah kunjungan ke Postulat-Novisiat SCJ. Sejak dini, anak-anak sudah diperkenalkan tentang hidup membiara dengan mengenal para romo, bruder, dan suster. Tentu hal ini merupakan kegiatan yang sangat baik bagi anak-anak, sebab, jika anak-anak sudah mengenal siapa itu romo, bruder, dan suster, ada harapan diantara mereka ada yang tertarik dan terpanggil menjadi romo,bruder, atau suster.


Komunitas Postulat-Novisiat SCJ menyambut kedatangan mereka dengan antusias dan hangat. Para frater mengajak anak-anak berdinamika bersama dengan permainan, gerak dan lagu. Mereka diajak untuk bersukacita bersama dalam iman dan kasih Kristus. Para frater mengajak anak-anak untuk berkeliling biara seperti ruang museum, ruang musik, ruang lilin, ruang makan, kebun, kandang hewan dan tentu saja kapel. Kapel menjadi pusat segala kegiatan komunitas postulat-novisiat SCJ dan akhirnya menjadi saat istimewa ketika anak-anak yang datang langsung diajak masuk ke kapel untuk berdoa bersama. 

RP. Andrzej Lukasik SCJ, mantan magister Novisiat SCJ pernah menyampaikan bahwa jika seseorang berkunjung ke biara SCJ hendaklah diantar terlebih dahulu ke kapel untuk diajak berdoa.  Demikian juga anak-anak yang datang diajak untuk datang ke kapel terlebih dahulu untuk berdoa, supaya mereka mengerti bahwa yang menjadi tuan rumah biara ini pertama-tama adalah Tuhan Yesus yang ada di Tabernakel. 

Mereka terlihat bergembira dengan kegiatan yang ada. Semua kegiatan dikonsentrasikan di ruang rekreasi. Kurang lebih 3 jam para frater postulan dan novis bersama mereka dengan perkenalan, permainan, gerak dan lagu. Setelah merasakan sukacita kebersamaan, acara ditutup dengan doa dan sayonara. 

Bagi para postulan dan novis SCJ, kunjungan ini sebagai proses formatio untuk menjadi pribadi yang dewasa. Para postulan dan novis juga dapat latihan berpastoral kepada anak-anak dan sebagai kesempatan untuk mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih serta untuk belajar dan berkembang khusunya dalam triologi Pater Dehon yaitu suci, terpelajar dan rasuli. Para Postulan dan Novis juga berusaha menghidupi sikap hangat dan penuh kasih ketika menyambut tamu yang berkunjung. Dalam direktorium rohani Pater Dehon ditulis “Kebaikan hatimu dan kesopananmu hendaknya membangun semua orang yang melihat kamu”.
 
Para Postulan dan Novis diajak untuk menerima siapa saja yang datang dengan tangan dan hati yang terbuka, siap sedia, ramah-tamah, dan penuh kegembiraan. Sebagi bentuk kesaksian menjadi orang terpanggil khususnya dalam konggregasi SCJ, diundang untuk mewartakan kabar gembira kepada semua orang. “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga” (Mat.19:14).    

Dilaporkan oleh fr. Carolus Bravery (novis scj)

Senin, 11 Mei 2015

Minggu Kasih di Tugumulyo OKI



Duapuluh satu tahun sudah Paroki Kristus Raja Tugumulyo OKI berdiri, usia yang masih sangat muda. Namun sudah cukup banyak panggilan menjadi Imam-Biarawan/wati. Peran pastor di paroki sangat mempengaruhi tumbuh berkembangnya panggilan dan tentu saja partisipasi umat terlebih keluarga-keluarga katolik juga sangat vital. Untuk memupuk benih-benih panggilan yang sudah ada, diselenggarakanlah perayaan Minggu Panggilan dan Tahun Hidup Bakti di paroki ini. Perayaan ini diadakan hari Minggu tanggal 10 Mei 2015 dan mengundang beberapa tarekat hidup bakti yaitu, Suster-suster FSGM, CB, FCH, PBHK, HK, freter-frater BHK, Bruder FIC, SCJ, Diosesan Palembang, dan tentu saja tuan rumah MSC. Menurut pastor paroki, RP. Marcelinus Koa MSC, perayaan minggu panggilan dengan mengadakan aksi panggilan semacam ini baru pertama kalinya diadakan setelah 21 tahun paroki ini berdiri. Beliau berharap di masa-masa mendatang menjadi peristiwa yang rutin. Karena menurut imam asli dari Flores ini paroki Tugumulyo OKI merupakan ladang yang subur bagi panggilan, tinggal dipupuk dan dipelihara.



RD Yustinus mengatakan dalam kotbahnya bahwa perayaan ini menjadi Minggu Kasih. Menurut Romo yang menjadi imam diosesan Keuskupan Agung Palembang ini, panggilan merupakan tawaran kasih Allah dan sambutan manusia atas tawaran kasih Allah tersebut. Tepat sekali dengan tema bacaan untuk hari Minggu ini yang sarat dengan kosakata yang berhubungan dengan gagasan “kasih”: saling mengasihi”, “tinggal dalam kasih”, dan “memberikan nyawa demi sahabat-sahabatnya”, demikian ungkap putra asli paroki ini.

Setelah perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan pembukaan Aksi Panggilan dengan perkenalan secara singkat tarekat-tarekat yang datang. Setelah makan siang dilanjutkan dengan masuk dalam kelompok-kelompok kategorial yaitu Bina Iman anak dan Remaja, OMK, Umat pada umumnya, serta keluarga timbalan (keluarga yang anaknya/saudaranya menjadi Imam-biarawan/wati). Masing-masing memperdalam dan berbagi pengalaman tentang hidup bakti. Acara ini berlangsung dengan sangat baik dan didukung dengan penuh antusias umat yang hadir.


foto-foto bisa di lihat di: Aksi Panggilan Tugumulyo OKI